Menu

Mode Gelap
BPKN RI Gerak Cepat Diduga Adanya Kerugian Konsumen Terkait Produk Kosmetik Kanemochi Dandim 0510/Tigaraksa Buka Latihan Dasar Kepemimpinan Kepada Komponen Masyarakat Wantanas : Energi Terbarukan Solusi Berkurangnya Energi Fosil Momentum Ulang Tahun Partai, Kemenangan DPC Kab. Tangerang Partai Demokrat Semakin Cerah Isu Disharmoni Panglima TNI dan KSAD Tidak Benar, Keduanya Tetap Solid

HUKUM · 13 Mar 2023 13:28 WIB ·

Korban Robot Trading DNA Pro dan Net89, Datangi Kantor LPSK


 Korban Robot Trading DNA Pro dan Net89, Datangi Kantor LPSK Perbesar

Jakarta | Barativi.info, Para Korban Robot Trading ilegal dari pelatfom Robot Trading DNA Pro dan Robot Trading Net89 didampingi oleh Tim Advokasi MZA & Partners beramai-ramai mendatangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK RI) di kantor LPSK RI Jalan Raya Bogor Ciracas Jakarta Timur. Senin (13/03/2023).

Adapun agenda para korban tersebut dalam rangka meminta hak perlindungan fasilitas restitusi ganti rugi para korban akibat ulah pelaku kejahatan robot trading. Zainul Arifin sebagai Kuasa hukum dari 272 korban robot trading DNA Pro dengan Kerugian mencapai Rp  36.131.419.884,-00 Milyar Rupiah, meminta kepada LPSK RI untuk segera melaksanakan hasil Putusan Pengadilan Negeri Bandung atas Nomor Perkara: 729/Pid.Sus/2022/PN Bdg, 730/Pid.Sus/2022/PN Bdg, dan 732/Pid.Sus/2022/PN Bdg, yang telah berkekuatan hukum tetap terhadap Terdakwa Eliazar Daniel Piri Alias Daniel Abe, Dkk. Sudah sangat jelas didalam amar putusannya majelis hakim memutuskan agar uang sitaan dan aset-aset para terdakwa dikembalikan kepada Para Korban melalui Asosiasi atau penguyuban masing-masing para korban secara proporsional.

“Untuk itu kami hadir ke LPSK RI yang salah satau memiliki kewenangan Restitusi untuk dapat berkoordinasi dengan Kejaksaan didalam melaksanakan eksekusi putusan hakim PN Bandung terhadap ganti kerugian para korban Robot Trading DNA Pro.
Kami juga telah menyampaikan surat secara resmi kepada  Jaksa Agung dan Jampidum Kejagung RI untuk segera melakukan eksekusi atas putusa perkara tersebut yang telah memiliki kekuatan hukum yang mengikat. Kami juga telah menyampaikan surat kepada Menteri Menkopulhukam RI untuk mengawal dan mensenergikan aparat penegak hukum agar sungguh-sunggu melaksanakan putusan hakim tersebut.”

Karena kami menduga terkesan ada kesengajaan agar eksekusi gantung rugi para korban diperlambat dan dipersulit agar korban tidak mendapatkan haknya secara maksimal. Karena kami mendapat informasi bahwa ada para korban yang tidak melakukan upaya hukum malah diberikan hak Restitusi.
Untuk itu, kita minta dengan tegas agar ada Kepastian Hukum, Keadilan Hukum, dan Trasparansi Hukum bagi Korban Robot Trading DNA Pro,” ujar Zainul.

Sementara para korban Net89 kami telah menyampaikan berkas permohonan Restitusi kepada LPSK RI dengan total 424 (empat ratus dua puluh empat) Orang korban Dengan Total Kerugian Rp. 60.944.438.698,- (Enam Puluh Miliyar Sembilan Ratus Empat Puluh Empat Juta Empat Ratus Tiga Puluh Delapan Ribu Enam Ratus Sembilan Puluh Delapan Rupiah).

Tadi kami diterima baik oleh Tim dari LPSK yang menangani berkas perkara Robot trading DNA Pro dan Net89. LPSK berjanji terus komitmen memperjuangkan pergantian kerugian para korban melalui fasilitas Restitusi.
Terkait dengan Robot Trading DNA Pro, LPSK menyampaikan saat ini masih proses koordinasi dengan instansi terkait agar hak-hak para korban dapat direalisasikan secepatnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah inkracht.
Terkait dengan korban robot treding Net89, saat ini LPSK telah menunjuk Tim peneliti untuk bertugas memverifikasi berkas para korban Net89 dari Law Firm MZA.

Zainul menambahkan, “sejak awal kami sebagai Penerima Kuasa yang mewakili para korban Robot Trading baik di Net89 maupun Dna Pro, sejak dari awal sudah koordinasi dengan teman-teman Tim LPSK untuk memperjuangkan hak ganti rugi bagi para korban. Kami sangat menghargai dan mengapresiasi kerja-kerja yang dilakukan teman-teman LPSK yang barang tentu tidak mudah untuk melakukan verifikasi berkas para korban, untuk itu sudah sangat baik kerja tim LPSK yang patut di apresiasi,” tambah zainul.

Red

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Anna Martin Direktur PT Eurocor Indonesia Diduga Menipu Menyalahi Aturan Perjanjian Dengan Pengusaha Muda Tangerang

21 Juni 2024 - 06:24 WIB

Pimpinan Redaksi Postnewstime Tolak Revisi Undang-Undang Penyiaran

29 Mei 2024 - 08:55 WIB

DPW BAKOMUDIN Provinsi Banten Siap Mendukung H. Dahlan Sebagai Bakal Calon Bupati Kabupaten Tangerang

26 Mei 2024 - 09:41 WIB

Kejari Kabupaten Tangerang Musnahkan Barang Bukti Perkara Inkracht Van Gewijsde

23 Mei 2024 - 10:50 WIB

Owner PT Sari Logam Lestari : Penggiringan Opini Tak Berfakta Adalah Pencemaran Nama Baik

22 Mei 2024 - 02:55 WIB

Penyidik di Propamkan, Ini Penjelasan Kanit Reskrim Polsek Cilincing

21 Mei 2024 - 02:45 WIB

Trending di HUKUM