Menu

Mode Gelap
BPKN RI Gerak Cepat Diduga Adanya Kerugian Konsumen Terkait Produk Kosmetik Kanemochi Dandim 0510/Tigaraksa Buka Latihan Dasar Kepemimpinan Kepada Komponen Masyarakat Wantanas : Energi Terbarukan Solusi Berkurangnya Energi Fosil Momentum Ulang Tahun Partai, Kemenangan DPC Kab. Tangerang Partai Demokrat Semakin Cerah Isu Disharmoni Panglima TNI dan KSAD Tidak Benar, Keduanya Tetap Solid

HUKUM · 18 Mar 2023 02:04 WIB ·

Oknum Penyidik Reskrimsus Polda Banten Tahan LA, Bayi Nangis Menjerit di Rutan Polda Banten


 Oknum Penyidik Reskrimsus Polda Banten Tahan LA, Bayi Nangis Menjerit di Rutan Polda Banten Perbesar

Banten  | Barativi.info LA ditangkap pada tanggal 14 Maret 2023 dan ditahan di Rumah Tahanan Polda Banten karena diduga  keras sebagai pelaku Tindak Pidana Khusus Pasal 36 UU Jaminan Fidusia, kata seorang laki-laki yang berinisial “PA” saat di konfirmasi awak media pada Jumat, (17/3/2023) dirinya shock memikirkan  anaknya yang masih balita seakan-akan ikut ditahan bersama istrinya karena masih menyusu pada Ibunya.

“Itulah yang membuat saya sangat sedih,intinya saya memohon secara tertulis kepada Kapolda Cq. Dirreskrim Polda Banten atau yang mewakili berkenan mengabulkan Permohonan Penangguhan Penahanan terhadap LA Bayi saya.” tegas PA Ayah bayi mengiba.

“Walupun benar ada seorang ibu yang masih menyusui bayinya ditahan di Polda Banten, atas nama Kemanusiaan, Kapolda Cq. Dirreskrim Polda Banten seyogyanya mengabulkan Permohonan Penanggugah Penahanan tersebut.”ujar Presiden Perkumpulan Pengacara Republik Indonesia (PPRI) Moch. Ansory .

Moch.Anshory memaparkan pada awak media Penyidik Krimsus Polda Banten sepantasnya wajib mematuhi ketentuan yang diatur dalam Pasal 21 AYAT (4) huruf (a) KUHAP yang menyatakan :

4. Penahanan tersebut hanya dapat dikenakan terhadap tersangka atau terdakwa yang melakukan tindak pidana dan atau percobaan maupun pemberian bantuan dalam tindak pidana tersebut dalam hal : a. tindak pidana itu diancam dengan pidana penjara lima tahun atau lebih;

Dan oleh karena Penyidik Memaksakan kehendak dengan cara melanggar asas Lex Spesialis Derogat Legi Generali sebagaimana dimaksud Pasal 63 ayat (2) KUHAP, yang dilakukan dengan cara  Tersangka dikenakan Pasal 36 Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia dan  atau Pasal 372 KUHPidana maka Penyidik Melakukan Penangkapan dan Penahanan atas diri LA  (Ibu Bayi tersebut).

“Menurut pendapat saya agar tidak menimbulkan berita sumbang tentang Institusi Polri Khususnya Polda Banten yang telah menahan seorang Ibu yang sedang menyusui, alangkah Bijaksananya apabila Kapolda Cq Dirreskrimsus Polda Banten mengabulkan hak Tersangka melalui Permohonan Penangguhan Penahanan.” ujar Moch. Ansory.

“Dikabulkannya penangguhan penahanan untuk mengantisipasi kabar-kabar tentang seorang Ibu bersama bayinya berada di Rumah Tahanan Polda Banten sekaligus menandakan Para Penyidik Polda Banten Punya Hati Nurani.”pungkas Moch. Ansory.

(Tim/Red)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Anna Martin Direktur PT Eurocor Indonesia Diduga Menipu Menyalahi Aturan Perjanjian Dengan Pengusaha Muda Tangerang

21 Juni 2024 - 06:24 WIB

Kejari Kabupaten Tangerang Musnahkan Barang Bukti Perkara Inkracht Van Gewijsde

23 Mei 2024 - 10:50 WIB

Owner PT Sari Logam Lestari : Penggiringan Opini Tak Berfakta Adalah Pencemaran Nama Baik

22 Mei 2024 - 02:55 WIB

Penyidik di Propamkan, Ini Penjelasan Kanit Reskrim Polsek Cilincing

21 Mei 2024 - 02:45 WIB

Jaksa Agung ST Burhanuddin: “PERSAJA Bukanlah Organisasi Profesi Belaka, Melainkan Organisasi Terdepan Dalam Transformasi Penegakan Hukum”

6 Mei 2024 - 03:43 WIB

Komitmen Polisi Tangerang: Menjaga Keamanan dan Ketenangan Warga dengan Suksesnya Penangkapan Penadah Motor

5 Mei 2024 - 04:40 WIB

Trending di HUKUM